Gerakan Rakyat Dibisniskan! Sekjen Komite Pemekaran Brebes Selatan Pilih Mundur

Bumiayupost08@gmail.com
10 Jan 2026 22:29
2 menit membaca

BREBES – Sekretaris Jenderal Komite Percepatan Pemekaran Brebes Selatan, Agus Sutiono, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Sekjen. Keputusan tersebut diambil karena ia menilai perjuangan pemekaran yang dijalankan komite telah menyimpang dari semangat awal sebagai gerakan murni rakyat.

Agus mengungkapkan, perbedaan prinsip perjuangan menjadi alasan utama dirinya memilih mundur. Ia menyoroti masuknya logo Pemerintah Daerah (Pemda) dalam komite yang dinilai merusak independensi dan kemandirian gerakan pemekaran.

“Sejak logo Pemda digunakan, saya melihat perjuangan ini tidak lagi berdiri di atas kekuatan rakyat. Independensi komite jadi kabur,” ujar Agus.

Ia menilai, keberadaan simbol Pemda membuat arah perjuangan cenderung bergeser dan rawan ditunggangi kepentingan tertentu. Padahal, menurut Agus, komite seharusnya menjadi wadah aspirasi masyarakat tanpa campur tangan kekuasaan.

Selain itu, Agus juga mengungkap adanya praktik tidak sehat di internal komite. Ia menyebut perjuangan pemekaran telah dijadikan alat bisnis oleh oknum dengan cara meminta anggaran ke berbagai pihak.

“Perjuangan pemekaran ini bukan proyek dan bukan ladang bisnis. Tapi kenyataannya ada oknum yang menjadikannya alasan untuk meminta anggaran dengan dalih membuat event,” tegasnya.

Pengunduran diri tersebut ditegaskan Agus melalui Surat Pernyataan Pengunduran Diri tertanggal Bumiayu, 10 Januari 2026, yang ditujukan kepada Ketua Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes dan masyarakat Brebes Selatan.

Dalam surat itu, Agus menyatakan mundur sebagai Sekretaris Komite sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

Dalam suratnya, Agus juga menegaskan akan tetap melanjutkan perjuangan pemekaran Brebes melalui jalur lain. Ia menyebut akan memilih alat perjuangan di organ pemekaran yang sudah ada atau membentuk organisasi perjuangan baru yang tetap fokus pada agenda Pemekaran Kabupaten Brebes.

“Lebih baik saya mundur dan melanjutkan perjuangan dengan cara yang bersih, daripada bertahan dalam kondisi yang tidak sejalan dengan hati nurani,” kata Agus.

Pengunduran diri Agus Sutiono ini menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi, integritas, serta arah perjuangan Komite Percepatan Pemekaran Brebes Selatan ke depan.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x