Truk Molen Ceroboh Lawan Arus, Terperosok ke Selokan dan Bikin Jalan Bumiayu-Purwokerto Macet

Bumiayupost08@gmail.com
27 Sep 2026 21:43
3 menit membaca

BREBES –  Sebuah truk molen terperosok ke selokan di Jalan Raya Bumiayu-Purwokerto, tepatnya di depan Kampus Universitas Peradaban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 19.05 WIB. Saat kejadian, arus lalu lintas sedang padat karena adanya sistem buka tutup di lokasi proyek pengecoran jalan.

Truk molen tersebut diduga melawan arus saat kendaraan lain sedang mengantre. Diduga karena kurang hati-hati, truk kemudian terperosok ke selokan di sisi jalan.

Truk yang terperosok membuat jalur harus ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk proses evakuasi kendaraan.

Akibat penutupan tersebut, kemacetan semakin panjang. Antrean kendaraan mengular hingga kawasan depan Pabrik Jamur Paguyangan.

Antrian kendaraan dari purwokerto yang akan ke Tegal di fly over kretek

Kendaraan dari arah Bumiayu maupun Purwokerto harus bergerak perlahan. Sebagian pengendara bahkan harus berhenti cukup lama.

Petugas Pos Lantas Bumiayu langsung mendatangi lokasi. Polisi mengatur arus lalu lintas sekaligus mengamankan proses evakuasi truk molen.

Dwi, salah seorang pengguna jalan, menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta pengemudi lebih disiplin saat melintasi kawasan proyek.

“Kalau sedang buka tutup seperti ini, pengemudi harus sabar dan mengikuti arahan petugas. Jangan melawan arus karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” kata Dwi.

Dwi juga menyoroti keselamatan pengguna jalan selama proyek pengecoran berlangsung. Menurutnya, rambu dan pengamanan di lokasi perlu diperhatikan.

Antrian panjang kendaraan dari arah selatan di depan SPBU paguyuban a

“Proyeknya bernilai miliaran rupiah. Keselamatan masyarakat juga harus menjadi perhatian. K3 jangan hanya untuk pekerja proyek, pengguna jalan juga harus merasa aman,” ujarnya.

Menurut Dwi, rambu lalu lintas harus mudah dilihat. Petugas juga perlu ditempatkan di titik yang rawan agar pengendara tidak mengambil jalur yang berbahaya.

Kejadian ini menambah perhatian terhadap keselamatan di kawasan proyek. Sebab, sehari sebelumnya juga terjadi kecelakaan yang melibatkan truk tangki.

Pada Jumat malam (25/9/2026), sebuah truk tangki mengalami rem blong saat terjebak dalam antrean buka tutup proyek pengecoran jalan.

Laju truk tangki tersebut akhirnya tertahan setelah menabrak truk molen yang sedang mengantre untuk menurunkan beton. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Namun, kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah. Kedua kendaraan juga harus dievakuasi menggunakan kendaraan derek.

Iwan, pengemudi mobil asal Bantarkawung, ikut merasakan dampak kemacetan tersebut. Ia baru saja mengantar keluarganya dari Purwokerto.

“Saya habis mengantar keluarga dari Purwokerto. Sampai di Paguyangan sudah sekitar satu jam masih macet,” ujar Iwan.

Iwan berharap pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung dapat diperbaiki. Menurutnya, pengguna jalan tidak seharusnya terlalu lama terjebak dalam antrean.

Kemacetan tersebut menjadi perhatian pengguna jalan. Proyek pengecoran memang diperlukan untuk memperbaiki kondisi jalan.

Namun, pekerjaan juga harus disertai pengamanan lalu lintas yang memadai. Rambu, petugas pengatur arus, dan sistem buka tutup harus berjalan dengan baik.

Dwi meminta Kementerian PUPR melakukan monitoring langsung terhadap kegiatan di wilayah PPK 1.4. Terutama pada titik yang rawan kecelakaan dan kemacetan.

“Harapannya Kementerian PUPR turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan hanya melihat progres pekerjaan, tetapi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga harus diperhatikan,” tegas Dwi.

Hingga berita ini ditulis, petugas Pos Lantas Bumiayu masih melakukan penanganan di lokasi. Pengendara yang melintas di Jalan Bumiayu-Purwokerto diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x