
Tokoh Pemuda Bantarkawung Andrian igong dan BPBD kabupaten Brebes Menyalurkan bantuan air bersih ke Warga RT 02/RW 03 Desa Bantarkawung, Sabtu, (3/10/2027).(Foto:Fikri)
BREBES – Kemarau panjang mulai dirasakan warga Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit hingga mengering sehingga warga harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong tokoh pemuda Andrian Igong bersama sejumlah rekannya menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih kepada warga, Sabtu (3/10/2026).
Bantuan air bersih itu disalurkan sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai. Air dibawa langsung ke kawasan permukiman warga di Dukuh Pakiringan dan Bantarkawung, Desa Bantarkawung.
Penyaluran menyasar warga RT 01 dan RT 02 RW 03 serta RT 08 RW 02. Air bersih tersebut diperuntukkan memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah terbatasnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Andrian Igong mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika warga mengalami kesulitan mendapatkannya, kami berusaha hadir untuk membantu sesuai kemampuan,” kata Andrian.

Menurut Andrian, kegiatan sosial seperti penyaluran air bersih akan terus dilakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Bantarkawung.
Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga, terutama mereka yang sumber airnya mulai mengering akibat kemarau panjang.
Ketua RT 01 RW 03, Usman, mengapresiasi bantuan air bersih yang diberikan kepada warga. Menurutnya, kondisi sumber air yang mulai berkurang membuat bantuan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat.
“Terima kasih atas bantuan air bersihnya. Ini sangat membantu warga, terutama saat kondisi kemarau seperti sekarang. Kebutuhan air untuk sehari-hari tetap harus dipenuhi,” ujar Usman.
Hal senada disampaikan Abrag, warga RT 08 RW 02. Ia mengatakan warga mulai merasakan dampak kemarau karena ketersediaan air semakin terbatas.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air ini. Air sangat dibutuhkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi sekarang banyak sumber air yang mulai mengering,” kata Abrag.
Warga berharap bantuan air bersih dapat terus dilakukan apabila kondisi kemarau dan keterbatasan air masih berlangsung. Bantuan tersebut dinilai menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air.
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian warga harus lebih berhati-hati menggunakan persediaan air. Penyaluran bantuan air bersih pun menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama menghadapi kekurangan air.(*)


Tidak ada komentar